desa fatumnasi NTT diambang krisis

Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

SCROLL TO EXPLORE

butuh kepedulian lebih dari sekedar rasa iba

“Fatumnasi tidak membutuhkan kepedulian yang berhenti pada rasa iba. Desa ini membutuhkan pengalaman terbaik negeri yang diterjemahkan menjadi sistem air, pangan yang lebih tangguh, peta risiko, dan warga yang siap bertindak. 

Saya mengajak para Senior Expert, perusahaan, dan tokoh publik untuk hadir sebelum ancaman berubah menjadi kehilangan yang seharusnya dapat kita cegah.”

Erie Sudewo
Founder, Senior citizen indonesia

mengapa harus sekarang ?

Fatumnasi berada di antara dua ancaman yang datang bergantian: kemarau panjang yang menekan ketersediaan air dan pangan, serta hujan intens yang meningkatkan risiko longsor dan terputusnya akses.

01

risiko bencana tinggi

Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki skor Indeks Risiko Bencana 166,22 dan termasuk dalam kelas risiko tinggi. Kesiapsiagaan desa bukan lagi program tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk melindungi kehidupan dan penghidupan warga.

02

Kemarau Bisa 10 Bulan

Kondisi iklim Nusa Tenggara Timur secara umum dapat mengalami delapan hingga sembilan bulan kering, bahkan dalam kondisi tertentu mencapai sepuluh bulan. Tanpa pengelolaan air dan pangan yang adaptif, satu musim kering dapat menggerus kesehatan, hasil pertanian, ternak, dan pendapatan keluarga.

03

Longsor Bukan Lagi Prediksi

Pada Juli 2026, dua titik longsor dilaporkan berada pada ruas Kuanoel–Fatumnasi. Kerusakan akses dapat menghambat mobilitas warga, distribusi kebutuhan dasar, pemasaran hasil pertanian, dan perjalanan menuju kawasan wisata Fatumnasi.

04

1.841 Warga Harus Dilindungi

Data BPS 2024 mencatat Desa Fatumnasi dihuni 1.841 jiwa. Dokumen perencanaan Kabupaten TTS juga mengakui bahwa perubahan iklim meningkatkan risiko longsor, kekeringan, kelangkaan air bersih, dan penurunan produktivitas pertanian. Setiap bulan penundaan mempersempit kesempatan untuk membangun kesiapan sebelum musim berikutnya datang.

pengalaman & keahlian anda dinanti

air untuk desa

Menyusun rencana ketahanan air desa dan melindungi sumber air prioritas

pangan tahan iklim

Penerapan kalender tanam berbasis kondisi iklim dan tanaman yang lebih adaptif

Lereng dan Akses Aman

Memetakan titik rawan longsor serta mitigasi vegetatif dan rekomendasi teknis

pembentukan tim siaga

Pemetaan kelompok rentan dan menyelenggarakan simulasi kebencanaan

bagaimana program dilaksanakan

Di Fatumnasi, pengalaman puluhan tahun dapat menjadi perlindungan nyata bagi sebuah desa dan masa depan warganya.

01

pemetaan situasi

Hari 1–30:
Tim melakukan asesmen partisipatif untuk memetakan sumber air, kelompok rentan, mata pencaharian, jalur kritis, kapasitas lokal, dan titik risiko bersama pemerintah serta warga desa.

02

rancang bersama

Hari 31–60:
Temuan lapangan diterjemahkan menjadi desain intervensi. Senior Expert, fasilitator, pemerintah desa, tokoh adat, perempuan, pemuda, dan kelompok warga menyepakati prioritas serta indikator keberhasilan.

03

bangun dan latih

Hari 61–150:
Intervensi prioritas dilaksanakan bersamaan dengan pembentukan Tim Siaga Desa, pelatihan warga, pendampingan pertanian adaptif, penguatan pengelolaan air, dan transfer pengetahuan dari Senior Expert.

04

uji dan serah kelola

Hari 151–180:
Sistem kesiapsiagaan diuji melalui simulasi, hasil awal diukur, kekurangan diperbaiki, dan perangkat program diserahkan kepada kelembagaan lokal agar dapat diteruskan setelah proyek berakhir.

fatumnasi butuh senior ahli

Untuk mendukung keberhasilan Program Desa Siaga Fatumnasi, tiga bidang keahlian Senior Expert yang paling dibutuhkan

Ketahanan Air dan Infrastruktur Desa

Kebutuhan Senior Expert : 2 Orang Bertanggung jawab merancang solusi penyediaan, penyimpanan, perlindungan, dan distribusi air yang sesuai dengan kondisi geografis Fatumnasi.

Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Warga

Kebutuhan Senior Expert : 2 Orang Bertanggung jawab memetakan risiko longsor dan jalur kritis, menyusun sistem peringatan, prosedur kedaruratan, serta meningkatkan kesiapan warga.

Pertanian Adaptif dan Pemberdayaan Masyarakat

Kebutuhan Senior Expert : 2 Orang Bertanggung jawab memperkuat ketahanan pangan melalui pertanian lahan kering, pengelolaan cadangan pangan, dan penguatan kelembagaan lokal.

tiga cara untuk terlibat

Top Urgent

menjadi

senior expert

6 orang

Sesuai bidang keahlian dibutuhkan
Best Choice

menjadi

mitra pendanaan

Mulai

375 Juta

Perusahaan, lembaga filantropi, dan donor dapat memberikan hibah atau CSR peralatan, teknologi, transportasi, atau sumber daya lain yang relevan. Mitra mendapat benefit :

menjadi

endorser program

volunteer

Tokoh publik, pemimpin komunitas, praktisi, akademisi, jurnalis, dan kreator dapat membantu membawa cerita Fatumnasi kepada publik yang lebih luas.

Fatumnasi tidak kekurangan ketangguhan. Desa ini membutuhkan pengetahuan, sumber daya, dan lebih banyak orang yang bersedia berdiri bersama warganya.

“Bawa keahlian Anda. Buka akses sumber daya. Suarakan program ini. Mari bantu Fatumnasi bersiap sebelum musim berikutnya datang.”

Kemitraan Pelaksana