highlight impact report
fish bank indonesia

periode program

Sejak 2019 - Sekarang

jangkauan

150 Nelayan yang berasal dari 2 Kelompok Nelayan

indeks kesejahteraan

Meningkat 35,7%

indeks kemiskinan

Menurun 74,9% Kemiskinan Material

tangkapan nelayan & Pendapatan

Tangkapan meningkat 50% dan pendapatan meningkat 70%

jumlah modul bamboo

350 Modul

sroi terlapor

2,63:1 untuk intervensi 80 modul di Patoman

diversifikasi ekonomi di lokasi program

Pendapatan Wisata Bahari

Fish Bank indonesia putus Rantai Kerusakan Laut dan Kemiskinan Nelayan

ringkasan eksekutif

Sejak 2019, Fish Bank Indonesia menghubungkan konservasi laut, penguatan kelompok nelayan, dan pengembangan ekonomi pesisir. Dari Bomo–Badean hingga replikasi di Patoman, program ini menunjukkan bahwa laut yang dipulihkan dapat kembali menopang keluarga nelayan dan bahwa keberhasilan lokal ini layak dijaga serta diperluas.

Fish Bank mendekatkan kembali ikan kepada nelayan. Dampaknya bukan hanya lebih banyak tangkapan, tetapi juga perjalanan yang lebih singkat, biaya yang lebih ringan, dan waktu yang dapat dikembalikan kepada keluarga atau kegiatan produktif lainnya.

keterlibatan senior citizen

Erie Sudewo pencetus Fish Bank Indonesia, serta pakar pemberdayaan masyarakat dan filantropi. Ia lahir pada 1957 sehingga telah berusia lebih dari 60 tahun ketika fase awal program dimulai. Kontribusi yang telah dilakukan meliputi:

1. konseptualisasi program pemberdayaan yang menghubungkan konservasi dengan kesejahteraan nelayan;
2. pengembangan visi dan strategi Fish Bank Indonesia;
3. penguatan karakter, kejujuran, kepemimpinan, dan kapasitas organisasi;
4. mentoring dan pendampingan tim/pengelola;
5. advokasi serta penggalangan kolaborasi lintas lembaga;
6. komunikasi publik dan pengembangan rencana replikasi program.

Sedikitnya, satu senior expert terverifikasi terlibat dalam perancangan, mentoring kelembagaan, dan pengembangan kolaborasi Fish Bank Indonesia. Berdasarkan skenario replacement cost, kontribusi keahlian tersebut diperkirakan bernilai Rp 72–360 juta

ringkasan milestone program; dari piloting menjadi praktik baik

  • 2019 – Pilot Bomo-Badean
    Pendampingan dimulai bersama Pokmaswas Benteng Samudera dan Pokmaswas Cahyo Mulyo.

  • 2022 – Pengakuan Program Ekonomi
    Fish Bank Indonesia mendapat pengakuan lewat penghargaan Zakat Award 2022 sebagai Program Ekonomi Terbaik.

  • 2023 – Pengukuran Dampak
    Studi CIBEST dan SLA digunakan untuk mengukur kesejahteraan serta modal penghidupan komunitas.

  • 2024 – Pengakuan SDGs
    Fish Bank Indonesia memperoleh SDG Award 2024.

  • 2025 – Masuk Annex VNR Indonesia
    Fish Bank Indonesia ditampilkan sebagai praktik baik berbasis komunitas untuk menjawab degradasi terumbu karang di Banyuwangi.

  • Fase Replikasi – Patoman
    KUB Bintang Makmur mengadopsi proses asesmen, pembuatan, dan penenggelaman modul.

hasil dan dampak nyata

Tier 1 – Intervensi

– 350 modul Fishbank Bamboo pada tiga titik program dalam profil 2019-2024.
– 150 anggota kelompok nelayan dijangkau di Bomo-Badean sejak 2019.
– Lebih dari 70 modul diselesaikan dalam 90 hari pada proses Patoman; perhitungan SROI menggunakan 80 modul yang didistribusikan.

Tier 2 – Kesejahteraan Keluarga di Bomo

– Rumah tangga pada kategori sejahtera meningkat dari 42 menjadi 57 dari 62 rumah tangga sampel.
– Rumah tangga miskin material berkurang dari 20 menjadi 5.
– Indeks kesejahteraan naik dari 0,677 menjadi 0,919 atau 35,7%.
– Indeks kemiskinan material turun dari 0,323 menjadi 0,081 atau 74,9%.

Tier 3 – Efisiensi dan Penghidupan di Patoman

Satu tahun setelah penenggelaman modul, survei anggota KUB Bintang Makmur melaporkan:
– tangkapan ikan meningkat 50%;
– pendapatan dari hasil tangkapan meningkat 70%;
– biaya modal melaut turun 50%;
– durasi mencari tangkapan yang mencukupi keluarga turun 25%; dan
– ojek perahu serta wisata memancing mulai menjadi sumber pemasukan alternatif (diversifikasi)

Tier 4 – Penguatan Modal Penghidupan

Hasil SLA 2023 dalam radar chart atau paired bar chart:

ModalSebelumSesudah
Manusia0,160,85
Alam0,210,86
Sosial0,060,97
Keuangan0,180,60
Fisik0,071,00
Spiritual0,320,87


Dari tabel di atas, telah terbukti bahwa program Fish Bank Indonesia telah memperlihatkan penguatan besar pada modal manusia, alam, sosial, fisik, dan spiritual. Namun modal keuangan berhenti pada skor 0,60, hasil terendah setelah intervensi. Angka ini menjadi jembatan yang jujur menuju pembahasan tantangan keberlanjutan.

penghargaan & pengakuan

Zakat Award 2022
Program ekonomi Terbaik tahun 2022. Penghargaan ini adalah penilaian terhadap semangat Fish Bank  Indonesiadalam mengelola dana zakat dalam bentuk program berkelanjutan yang memberikan lebih banyak maslahat

SDG Award 2024
Penilaian yang Rigid dari para tenaga ahli, guru besar, dan professor di mana menunjukkan komitmen Fish Bank Indonesia dalam meraih tujuan pembangunan global lewat program konservasi yang berkelanjutan.

Good Practice – Annexes Indonesia Voluntary National Review (VNR) 2025
Pengakuan terhadap Fish Bank Indonesia sebagai solusi berbasis komunitas terhadap degradasi terumbu karang di Banyuwangi

laporan dan publikasi

Annexes Indonesia Voluntary National Review 2025
Fish Bank Indonesia: A Community-Based Solution to Coral Reef Degradation in
Banyuwangi

Laporan Kaji Dampak Pantai Patoman, Banyuwangi
Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Annex Voluntary National Review Indonesia 2025 menampilkan Fish Bank Indonesia sebagai solusi berbasis komunitas terhadap degradasi terumbu karang di Banyuwangi. Model ini mampu mengintegrasikan pemulihan ekologi, perbaikan ekonomi, dan pemberdayaan komunitas. Dengan adaptasi sesuai kondisi lokal dan pendampingan berkelanjutan, modelnya dinilai berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lain

mitra kolaborasi